Sekitar tahun 2015, seusai libur idul fitri, saya merasakan linu dan sakit lutut yang luar biasa, untuk berjalan, lutut memang tidak begitu sakit, tapi ketika hendak jongkok atau berdiri sakitnya luar biasa, hingga mengganggu aktifitas sehari-hari terlebih ketika melakukan shalat.

Sakit sendi lutut

Akibat Aktifitas Olah Raga

Sejak usia 12 tahun saya gemar bermain basket, lompatan, lari, pivot (putaran kaki), sangat memforsir sendi lutut hingga ia akan lebih cepat “lelah” dan aus terlebih tidak disertai latihan fisik lain yang cukup.

Bagi pebasket aktif, usia 35 tahun ke atas memang rentan terkena sakit lutut, teman-teman di komunitas basket tak sedikit yang mengeluhkan lutut mereka. Terlebih bagi mereka yang style bermainnya cukup explosive.

Saya pun demikian, sempat memikirkan untuk berhenti, tapi I just can’t. Menggunakan dekker lutut pun tidak banyak membantu.

Suplemen

Saya pernah mengkonsumsi suplemen impor yang harganya lumayan menguras kantong, sakit lutut sedikit berkurang, tapi ketika suplemen habis, sakit lutut pun kembali mendera. Cukup frustasi rasanya, hingga saya sempat berfikir mungkin sakit ini tidak akan sembuh dan kembali normal.

Terapi dan Latihan

Suatu hari saya bertemu di sebuah undangan nikah teman kerja dengan tetangga saya ketika tinggal di sebuah perumahan yang kebetulan seorang dokter, dan menanyakan hal ini, Ia pun menanyakan mengenai tekanan darah, berat badan, riwayat penyakit, dll.

Surprisingly, ia tidak memberikan resep obat tertentu, cukup lanjutkan saja dengan suplemen yang ada, dia hanya memberi saran agar memperbanyak berjalan kaki, sehari harus minimal 5000 – 7000 langkah, lebih banyak lebih bagus. Karena pemberian obat/suplemen tapi tidak disertai dengan latihan hanya akan membuat masalah kembali datang bila otot-otot kaki tidak kuat.

“Kemungkinan itu radang ringan, sakit sendi itu karena badan terlalu bertumpu pada sendi dan otot lutut, karena otot-otot penunjang disekitarnya lemah, seperti otot paha, betis, dan otot lutut itu sendiri perlu latihan. Bila jalan sudah enak, lanjutkan dengan jogging ringan.” Begitu katanya.

Saya pun mulai menggalakan jalan kaki ke tujuan-tujuan dekat setiap hari, dan meluangkan waktu seminggu 4-5 kali untuk berolahraga, jalan, jogging, body weight, dll.

Suplemen Alami Untuk Sakit Lutut

Saya 100% pulih setelah hampir 3 bulan merasakan linu, saya pun tidak mengkonsumsi suplemen sendi lagi, sebagai gantinya saya mengkonsumsi buah-buahan dibawah ini:

Pepaya

Hampir tiap hari saya mengkonsumsi pepaya, walau hanya sepotong kecil sebelum makan.

Konsumsi Pepaya

Pepaya mengandung enzim papain dan chymopapain yang dapat menurunkan peradangan. Antioksidan dalam pepaya termasuk vitamin C dan beta karoten juga bersifat anti inflamasi. Beberapa orang yang menderita penyakit yang diperparah dengan peradangan seperti asma, osteoarthritis, dan radang sendi pun merasakan kondisinya membaik setelah mendapatkan nutrisi tersebut. Web Kesehatan

Ubi

Sekali-kali saya mengkonsumsi ubi, baik dibakar, dikukus, atau digoreng, penyajian terbaik menurut Alm. Prof. Hembing, ubi untuk suplemen itu sebaiknya dikukus hingga matang.

Maintenance

Penting untuk menjaga latihan diatas dan jadikan sebagai kebiasaan, berjalan ke lokasi-lokasi terdekat seperti ke warung atau mini market. Jangan gampang pakai kendaraan kalau jalan kaki masih memungkinkan.

Jaga Berat Badan

Menjaga berat badan pada angka ideal juga penting untuk meringankan kinerja sendi-sendi dan otot lutut.

Posisi Duduk

Bila pekerjaannya anda mengharuskan banyak duduk, usahakan kondisi kaki relaks dan lurus, jangan dilipat atau disilang.

Anda punya pengalaman mengenai sakit lutut? bagikan di kolom komentar ya…