Jangan mengatasnamakan Rakyat Indonesia pada setiap demonstrasi (baca: kerusuhan) yang Anda lakukan. Saya tidak mau diwakili oleh para anarkis dalam menyalurkan aspirasi. Lebih baik kami diwakili para Ibu-ibu dan Wanita dalam menyampaikan aspirasi, karena mereka lebih santun. Dari pada para intelek bisanya cuman merusak dan rusuh.

emang sih kalo udah kerasukan ngga bisa berfikiran jernih lagi..jadinya rusuh deh,,,,,,,
untuk yg dukung mahasiswa anark….r e v o l u s i m y a s s .
@so what, hehe. Bermartabat yah?
mahasiswa anarkis kayak begitu aja koruptor masih merajalela
Gimana kalo dilembekkin lagi?
plis dong cape de
memangnya mahasiswa saja yang anarkis? rakyat juga kalo diinjek2 pasti berbuat sama.. rakyat miskin sudah sengsara.. bukan saatnya untuk diam!
Pemerintah harus paham bahwa rakyat sangat dirugikan.. dan mahasiswa ini yang benar2 kita harapkan..
salut untuk mahasiswa 100%
heheh… namanya juga anak muda, pung. usia 18-22 tahun kan emang lagi seneng-senengnya berantem hehehe…
kalo saya tetap dukung mereka yang demo, suplai dengan dana yang cukup agar panjang napas
semua sudah ada tugas nya masing masing
kalo tidak ada yang kayak gitu, keenakan para penjahat koruptor bangsa ini
bagi kita yang diberi amanat untuk bisa bertahan dan berkembang maju, jangan lupakan tujuan mulya untuk indonesia tanpa korupsi, yang maju dan bermartabat
jangan lemah karena pemerintahan yang gak becus
salam revolusi
Betul Kang. Aksi seperti itu sebuah kemunduran dari proses reformasi.
yaah, mungkin mereka mewakili kriminal-kriminal yang ada di sekitar mereka… 🙂
mungkin tradisi & budaya kekerasan “ospek” di kampus masih dilestarikan sama mereka.