Sinyal XL Mengecewakan

Setelah dibuat kecewa berat oleh akses internet Fren pada bulan puasa lalu (tahun 2006), kemudian saya berinisiatif untuk pindah menggunakan layanan 3G XL yang kebetulan launching juga pada bulan yang sama. Setelah saya melakukan konfirmasi kepada pihak XL melalui Costumer Service apakah di Jatinangor, Sumedang, sudah support 3G atau belum, mereka mengatakan sudah.

Telpon Murah Lewat Internet

Teknologi baru hadir menggantikan teknologi lama, teknologi yang awalnya kita anggap mutakhir, perlahan tapi pasti akan berubah menjadi usang. Telpon saluran tetap (Fixed Line) yang dulu menjadi andalan, perlahan tapi pasti tergeser oleh saluran telepon nirkabel dan Seluler. Penyentara sebagai alat pengirim pesan sudah dilampaui oleh Layanan Pesan Singkat (SMS).

Awalnya saya kurang tertarik dengan yang namanya teknologi komunikasi lewat internet, karena pasti tidak akan jauh berbeda dengan Voice Chatt melalui Yahoo Messenger misalnya, suaranya kadang terputus dan kualitas yang kurang begitu baik. Beberapa waktu lalu saya sempat menulis mengenai kehebatan Pidgin di blog saya ini, dan setelah membaca komentar Iman tentang Skype, akhirnya saya tertarik untuk mencoba.

Penulis Buku Busuk !

Pernah menyesal membeli buku komputer? He..he..he.. setidaknya saya pun pernah mengalaminya. Ketika anda telah pulang ke rumah dari toko buku dan kemudian membaca-baca isi buku yang baru Anda beli, “Bah… isinya kok gini-gini aja” akhir kata, buku yang telah dibeli itu hanya terpajang di rak buku atau disimpan di bawah meja.

Seorang rekan bercerita mengenai sebuah buku aplikasi Web open source yang baru ia beli, isinya hanya membahas requirement, cara install dan penggunaan aplikasi pada umumnya. “Kalo gini mah, sama aja ama baca dokumentasi, cuman beda bahasa, dasar penulis busuk !, ini mah sama aja ama terjemahin

Mesin Waktu Bukan Khayalan

Suatu saat seorang pemuda di belahan bumi eropa melakukan pendakian ke bukit terdekat dari kota kecil dimana ia tinggal, yang ada dipikiranya hanya satu, ingin melihat kota tempat ia dilahirkan dari tempat yang lebih tinggi agar dapat melihat seberapa luas kota yang ia tinggali. Dengan susah payah pemuda itu akhirnya berhasil mendaki bukit dan menemukan sebuah dataran kecil dimana terdapat sebuah batu besar.

Sambil mengatur nafas ia mencoba menaiki batu besar itu dan duduk diatasnya, “Ah… inikah kota ku itu?” Ucapnya sambil menarik nafas panjang kemudian mengeluarkannya dengan segera… Namun apa yang ia lihat tidak akan pernah seorang pun mempercayainya, selang beberapa detik tiba-tiba pemandangan kota yang sedang ia lihat itu berubah, menjadi pemandangan pada jaman yang tidak ia ketahui. Kota modern yang ia lihat berubah menjadi pemandangan sebuah kerajaan, lengkap dengan benteng, bendera, sampai pasukan berkuda yang ia lihat berkeliaran disekitar benteng itu…