Penulis Buku Busuk !

Pernah menyesal membeli buku komputer? He..he..he.. setidaknya saya pun pernah mengalaminya. Ketika anda telah pulang ke rumah dari toko buku dan kemudian membaca-baca isi buku yang baru Anda beli, “Bah… isinya kok gini-gini aja” akhir kata, buku yang telah dibeli itu hanya terpajang di rak buku atau disimpan di bawah meja.

Seorang rekan bercerita mengenai sebuah buku aplikasi Web open source yang baru ia beli, isinya hanya membahas requirement, cara install dan penggunaan aplikasi pada umumnya. “Kalo gini mah, sama aja ama baca dokumentasi, cuman beda bahasa, dasar penulis busuk !, ini mah sama aja ama terjemahin

Teman saya dan saya mungkin hanya salah dua dari sekian orang yang pernah dikecewakan ketika membeli sebuah buku, terlebih buku komputer. Dengan diberi judul yang menarik dan “mengundang” serta dibungkus rapi sampul plastik, kemudian calon pembaca pun terkecoh. Ada beberapa tips dari saya untuk mengindari dari penyesalan:

  1. Bekali diri Anda dengan tema buku yang ingin Anda beli, tidak harus semuanya, setidaknya anda punya cukup gambaran. Cari dahulu materi – materi tersebut di internet. Atau baca terlebih dahulu help atau dokumentasi dari software yang Anda ingin pelajari, bila kurang dimengerti Anda baru putuskan mencari sebuah buku.
  2. Jangan membeli hanya dengan melihat judul. Judul kadang (sering) menipu, bila buku tersebut dibungkus plastik, minta ijin pada petugas toko buku untuk membuka sampul dan melihat isinya.
  3. Perhatikan jenis buku dan sasaran pembaca. Kebanyakan buku komputer Indonesia diperuntukan bagi pemula dan jenis buku bersifat tutorial. Buku-buku yang bersifat pemahaman dan filosofi termasuk buku yang “slow moving” alias susah laku, padahal kemampuan teoritis dan praktis seharusnya bisa berjalan berdampingan. Sedangkan, buku-buku yang diperuntukan untuk tingkat menengah dan mahir pun jarang terlihat. Tanya kenapa?
  4. Banyak materi buku yang ditulis agar anda cepat memperoleh hasil, tapi tanpa mengerti prosesnya. Dengan sekejap anda terkagum-kagum dengan hasil dikte sebuah buku ditangan Anda, tapi begitu buku ditutup, atau disimpan beberapa lama, Anda tidak mendapat apa-apa.
  5. Banyak penulis buku komputer bukan orang di bidangnya, dia menulis buku hasil dari terjemahan apa yang mereka peroleh di Internet maupun dokumentasi, bukan hasil dari penekunan mendalam dari bidang tersebut. Sebagian besar buku yang ada tidak mencantumkan daftar pustaka, karena mungkin takut sumber terjemahannya terbongkar.

Buat Rekan Penulis (Termasuk saya)
Marilah kita introspeksi diri, agar dapat memberikan sesuatu yang terbaik bagi pembaca dan masyarakan dengan tidak membuat sia-sia uang yang telah mereka keluarkan. Agar mereka dapat mendulang ilmu yang kita sampaikan dalam buku tersebut. Terus terang, menulis buku komputer di Indonesia penghasilannya tidak seberapa, terlebih bila tidak dicetak ulang. Jauh lebih kecil dari honor saya mendesain template yang bisa diperoleh dalam 2-4 hari. Tapi bila Anda ikhlas untuk tujuan membagi ilmu, itu lebih baik, semoga Tuhan membalas kebaikan Anda, dan memperingan beban Anda atas kemampuan yang Anda miliki.

Buku komputer lokal yang pernah saya beli dan sangat bermanfaat bagi saya adalah mengenai TCP-IP oleh Bapak Onno W. Purbo, buku Resep PHP karya Steven Haryanto, untuk buku desain adalah karya Danton Sihombing yaitu mengenai Tipografi, dan buku-buku grafis karya Andi S Budiman. Kenapa? karena penulisnya adalah orang yang berkompeten dibidangnya, dan sangat memahami secara detil apa yang mereka akan sampaikan hingga pembaca memahami.

Saran terakhir saya adalah: “Googling First !!” alias cari dahulu menggunakan google 🙂

Bagaimana dengan pengalaman Anda?

24 Comments

  1. Tidak selalu bisa menyenangkan banyak orang. Kebanyakan yg menganggap penulis busuk adalah orang yang sudah paham isi buku, sehingga merasa tidak perlu lagi buku tersebut. Yang jelas, semua buku pasti isinya baik, tergantung siapa yang membaca

  2. Wah bener sekali tuh Mas Pupung, kebanyakan hanya terjemahan bukannya hasil karya sendiri, yang jadi pertanyaan kok bisa yah penerbit percaya sama penulis (ralat penerjemah) yang seperti itu, bukan itu aja artikel2 di majalah (cetak & online) isinya juga sama aja terjemahan.

  3. Takehiko

    Tiap buku itu ada sasaran tersendiri .. sehingga ada yg pembaca yg cocok ataupun tidak.. selain bahasa penulisan buku yg sulit dimengerti, pembaca juga ikut andil.. ada juga pembaca yg cepet nangkep materi, ada juga yg ga nangkep.. jadi, yg ga nangkep itu yg merupakan point utama yg jadi permasalahan penulis buku.. untuk itu disediakan kritik maupun saran,. tapi saya setuju dengan pendapat postingan ini, apapun pembuatan buku, pasti bo’ong besar jika tidak mencantumkan DAFTAR PUSTAKA.. betapa sombongnya penulis tidak mencantumkan itu.. penulis pasti tidak akan lepas dari ide dan referensi, baik buku, pembimbing ataupun internet.. Profesor yg ebad aja juga tidak akan lepas dari sumber dalam pembuatan karya ilmiah atau jurnal…

    kebetulan buku saya juga akan terbit dekat-dekat ini.. =)..

  4. Postingan yang bagus, kebetulan bukuku mau terbit. Saya akan selalu memberikan yang terbaik bagi pembaca lewat tulisan saya. Jika tidak menampilkan daftar pustaka bukan berarti ambil dari internet. Saya pribadi menulis buku dengan pendalaman saya sendiri dan yang saya dapat dari kuliah.

    Good post,…

  5. Bunda

    Salam sejahtera, kami dari Penerbit RAMEDIA jogja ingin sekali menawarkan kerjasama penerbitan buku dengan materi buku diutamakan komputer/IT dengan pembahasan yg gaul, buku motivasi, novel gaul, atau yang lain. Kami tunggu contacknya di ismilianaamd.yahoo.co.id
    Mari kita jalin kerjasama yang saling menguntungkan, oke? kami tunggu….
    Terima kasih.

  6. dodytea

    wah… kalo penghasilannya dikit mah..mending ditulis di blog aja….

  7. Bayu Indra

    Kepada Yth Mas Pupung
    salam kenal,
    Nama saya Bayu Indra. saat ini saya ebkerja di penerbit Puspa Swara, grup Trubus. Salah satu lini penerbitan kami adalah buku-buku komputer dasar.
    Kami sangat senang jika dapat bekerja sama dengan Mas Pupung. Jika Mas Pupung memiliki naskah atau berminat menulis buku komputer, seperti micrososft office, excel, dan powerpoint dengan target pembaca siswa SD-SMP dan kalangan umum tingkat pemula, sudi kiranya untuk mengontak kami melalui email saya ini, [email protected].
    Jika ada rekan lain yang berminat menulis buku dengan tema lain kami juga sangat terbuka.
    Atas perhatian dan kerja samanya, saya ucapkan terima kasih. Semoga kita dapat bekerja sama.

    Bayu Indra

  8. kalo bisa beli buku komputer itu harus liat daftar isinya dulu, atau liat-liat beberapa bahasan di dalamnya. Supaya gak beli catty dalam karung

  9. Tolong dong kirimin alamat email penerbit yang bisa kirim naskah untuk diterbitkan

  10. Tanya donk, gimana seh prosedur supaya tulisan di terbuitkan sama penerbit. Saya banyak menulis buku, tapi masih saya simpen aja. Diantaranya Cara Membuat software program robot berbicara bahasa Indonesia. Tolong yah kasih tau prosedurnya. Terima kasih sebelumnya.

  11. Saya sering beli buku. Bersikaplah pisitif. Sebagian besar masyarakat tidak tahu akan hal-hal sederhana. Jadi kalau da yang kecewa. Memang begitu. Tidak bisa menyengkan semua orang sekaligu. Masyarakat pembaca biasa secara segmen. Mungkin ada yang tidak masuk sasaran untuk buku itu. Salam saja.

  12. PupungBP

    #7: Tipografi dalam desain grafis, terbita n Gramedia Pustaka.

    #8: Masih ingat pak :d….

  13. Asmuri Anwar

    Dah berapa buku yg masuk penerbit, Pung?
    Masih ingat sama saya? hehehe

  14. Pung, judul buka tipografinya apa? Tahun lalu gw sempet tertarik beli bukunya, tapi minggu kmaren gue cari di Gramed Kelapa Gading dah ga ada lagi.

  15. TCP/IP nya kang Onno bagus..tapi nggak ada daftar pustakanya..apakah itu karangan sendiri beliau..kayaknya tidak juga…pusing baca buku ini..ini juga terjemahan dari internet …salut kalau anda paham buku ini. Pembaca di INA masih pemula…jangan anggap semua sudah pakar..buku-buku pengenalan banyak diminati karena banyak yang belum paham…

  16. PupungBP

    #3: Wah… Kalo gitu sama seperti buku tentang CGI/Perl tahun 2000-an 😉 ujung-ujungnya nyuruh saya pake script gratisan yang disediakan website :D, padahal buat beli buku itu hasil menyisihkan uang makan 2 minggu, maklum masa-masa sulit waktu di panti dulu ;)…

  17. PupungBP

    #1: Ssssttt 😉
    #2: Internet adalah perpustakaan terbesar 😉

  18. pung, kalo cuma nerjemahin dokumentasi atau help itu biasa. tapi yang bikin gondok, saya pernah beli buku tentang “frontpage dan asp” tulisan g.a. terbitan e.m.k. judulnya sih ok banget, dan kebetulan waktu itu saya pingin banget bikin web pake asp. eh, begitu dibaca di dalemnya lagi-lagi cuma terjemahan help frontpage dan cuma ada SATU BAB tentang asp. tahu apa isi bab itu? “asp itu sulit, anda silakan belajar sendiri dari internet”. itu sih gila. dan menurutku si penulis bukan penulis busuk, tapi penulis gila!

  19. saya pernah sok rajin banyak beli buku komputer, dan terus terang memang susah dimengerti. bahkan yang tutorial paling sederhana pun harus dibaca dengan mengernyitkan dahi (apa mungkin dahi saya dari kunyit ya?). jadi, saya sekarang lebih senang belajar langsung dari internet daripada beli buku komputer. lebih praktis, murah, dan mangkus serta sangkil.

  20. Saya beli buku Photoshop 6 karya Ignatius Untung, lumayan bagus. simpel dan banyak praktiknya.

    btw, sekarang kan udah banyak e-book, jadi buku konvensional rada tergeser. hehe…jadi, kapan ebooknya keluar? oooppsss…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.