Mesin Waktu Bukan Khayalan

Suatu saat seorang pemuda di belahan bumi eropa melakukan pendakian ke bukit terdekat dari kota kecil dimana ia tinggal, yang ada dipikiranya hanya satu, ingin melihat kota tempat ia dilahirkan dari tempat yang lebih tinggi agar dapat melihat seberapa luas kota yang ia tinggali. Dengan susah payah pemuda itu akhirnya berhasil mendaki bukit dan menemukan sebuah dataran kecil dimana terdapat sebuah batu besar.

Sambil mengatur nafas ia mencoba menaiki batu besar itu dan duduk diatasnya, “Ah… inikah kota ku itu?” Ucapnya sambil menarik nafas panjang kemudian mengeluarkannya dengan segera… Namun apa yang ia lihat tidak akan pernah seorang pun mempercayainya, selang beberapa detik tiba-tiba pemandangan kota yang sedang ia lihat itu berubah, menjadi pemandangan pada jaman yang tidak ia ketahui. Kota modern yang ia lihat berubah menjadi pemandangan sebuah kerajaan, lengkap dengan benteng, bendera, sampai pasukan berkuda yang ia lihat berkeliaran disekitar benteng itu…

Gaim Become Pidgin

Gaim adalah sebuah software pengirim pesan singkat (Instant Messenger) yang mendukung multi protokol, saya akrab menggunakan Gaim ini sekitar tahun 2002 ketika Linux sudah menjadi keseharian saya. Kini keseharian saya beralih ke Windows karena Notebook saya telah terinstall Windows, dan menggunakan Linux pada PC saya. Gaim adalah aplikasi yang sungguh mengagumkan, bagi saya, Gaim lebih hebat dari Instant Messenger seperti Yahoo! Messenger sekalipun.

Goodbye, the Precious…

Sulitnya mengurus dan membiayai sebuah komunitas membuat saya melakukan hal ini, dengan berat hati segala aktifitas situs fapet-online yang telah berdiri sejak tahun 1999 saya bekukan. Berbagai cerita suka-duka saya alami bersama rekan-rekan seperjuangan untuk mempertahankan situs ini, walau tak ada dana dan fasilitas, saat itu masih bisa bertahan. Berbagai aplikasi yang cukup “cerdas” pernah kami bangun, seperti kamus peternakan, database materi kuliah dan database Alumni. Walau tak satupun yang bisa bertahan karena kemampuan kami sendiri terbatas.

Semangat Freelance

Setelah resign dari perusahaan tempat saya kerja, untuk kembali mengurus skripsi yang belum revisi, secara bersamaan muncul pula keinginan untuk kembali menekuni dunia freelance, dan mulai berkontribusi kembali dalam dunia ini. Langkah pertama adalah membangun kembali portofolio online yang tidak pernah update sejak taun 2004 karena kesibukan saya dalam pekerjaan di kantor.

Mungkin sebenarnya, dunia freelance adalah dunia saya, dimana kita bebas untuk ber-ekspresi, ber-eksperiman, dan ber-eksplorasi tentang pengetahuan saya tentang desain Web dan Multimedia yang saya gemari. Menurut saya, ke-tiga “eks” diatas (ber-ekspresi, ber-eksperiman, dan ber-eksplorasi) adalah kunci kemajuan dari seorang pekerja seni, termasuk dunia desain digital yang saya geluti.

Mobile Internet dengan CDMA dan 3G

Kala internet sudah jadi kebutuhan, kita rela mengodok saku lebih dalam untuk dapat menyertakan koneksi internet kedalam keseharian kita. Ya, setidaknya itu terjadi pada saya, pekerjaan saya mengharuskan terkoneksi internet secara 24 jam, dimanapun, dan kapanpun. Kini koneksi internet nirkabel yang lebih portabel dan mobile sangat dibutuhkan.Sekitar tahun 2003, saya menggunakan koneksi GPRS Matrix dan handset Siemens ME45, kecepatan berkisar 20kbps. Memang lambat dibanding koneksi yang tersedia sekarang, tapi setidaknya kala itu GPRS lah yang tersedia yang paling memungkinkan untuk dapat menggunakan internet tanpa kabel secara mobile.