Pernah menyesal membeli buku komputer? He..he..he.. setidaknya saya pun pernah mengalaminya. Ketika anda telah pulang ke rumah dari toko buku dan kemudian membaca-baca isi buku yang baru Anda beli, “Bah… isinya kok gini-gini aja” akhir kata, buku yang telah dibeli itu hanya terpajang di rak buku atau disimpan di bawah meja.
Seorang rekan bercerita mengenai sebuah buku aplikasi Web open source yang baru ia beli, isinya hanya membahas requirement, cara install dan penggunaan aplikasi pada umumnya. “Kalo gini mah, sama aja ama baca dokumentasi, cuman beda bahasa, dasar penulis busuk !, ini mah sama aja ama terjemahin”
Teman saya dan saya mungkin hanya salah dua dari sekian orang yang pernah dikecewakan ketika membeli sebuah buku, terlebih buku komputer. Dengan diberi judul yang menarik dan “mengundang” serta dibungkus rapi sampul plastik, kemudian calon pembaca pun terkecoh. Ada beberapa tips dari saya untuk mengindari dari penyesalan:
- Bekali diri Anda dengan tema buku yang ingin Anda beli, tidak harus semuanya, setidaknya anda punya cukup gambaran. Cari dahulu materi – materi tersebut di internet. Atau baca terlebih dahulu help atau dokumentasi dari software yang Anda ingin pelajari, bila kurang dimengerti Anda baru putuskan mencari sebuah buku.
- Jangan membeli hanya dengan melihat judul. Judul kadang (sering) menipu, bila buku tersebut dibungkus plastik, minta ijin pada petugas toko buku untuk membuka sampul dan melihat isinya.
- Perhatikan jenis buku dan sasaran pembaca. Kebanyakan buku komputer Indonesia diperuntukan bagi pemula dan jenis buku bersifat tutorial. Buku-buku yang bersifat pemahaman dan filosofi termasuk buku yang “slow moving” alias susah laku, padahal kemampuan teoritis dan praktis seharusnya bisa berjalan berdampingan. Sedangkan, buku-buku yang diperuntukan untuk tingkat menengah dan mahir pun jarang terlihat. Tanya kenapa?
- Banyak materi buku yang ditulis agar anda cepat memperoleh hasil, tapi tanpa mengerti prosesnya. Dengan sekejap anda terkagum-kagum dengan hasil dikte sebuah buku ditangan Anda, tapi begitu buku ditutup, atau disimpan beberapa lama, Anda tidak mendapat apa-apa.
- Banyak penulis buku komputer bukan orang di bidangnya, dia menulis buku hasil dari terjemahan apa yang mereka peroleh di Internet maupun dokumentasi, bukan hasil dari penekunan mendalam dari bidang tersebut. Sebagian besar buku yang ada tidak mencantumkan daftar pustaka, karena mungkin takut sumber terjemahannya terbongkar.
Buat Rekan Penulis (Termasuk saya)
Marilah kita introspeksi diri, agar dapat memberikan sesuatu yang terbaik bagi pembaca dan masyarakan dengan tidak membuat sia-sia uang yang telah mereka keluarkan. Agar mereka dapat mendulang ilmu yang kita sampaikan dalam buku tersebut. Terus terang, menulis buku komputer di Indonesia penghasilannya tidak seberapa, terlebih bila tidak dicetak ulang. Jauh lebih kecil dari honor saya mendesain template yang bisa diperoleh dalam 2-4 hari. Tapi bila Anda ikhlas untuk tujuan membagi ilmu, itu lebih baik, semoga Tuhan membalas kebaikan Anda, dan memperingan beban Anda atas kemampuan yang Anda miliki.
Buku komputer lokal yang pernah saya beli dan sangat bermanfaat bagi saya adalah mengenai TCP-IP oleh Bapak Onno W. Purbo, buku Resep PHP karya Steven Haryanto, untuk buku desain adalah karya Danton Sihombing yaitu mengenai Tipografi, dan buku-buku grafis karya Andi S Budiman. Kenapa? karena penulisnya adalah orang yang berkompeten dibidangnya, dan sangat memahami secara detil apa yang mereka akan sampaikan hingga pembaca memahami.
Saran terakhir saya adalah: “Googling First !!” alias cari dahulu menggunakan google 🙂
Bagaimana dengan pengalaman Anda?