Tasikmalaya, Kota Kenangan…

Tasikmalaya ada adalah kota yang selalu saya singgahi ketika liburan sejak masih kecil. Kota kecil, dikelilingi dengan pesantren, kota yang serba santai, bersih, dan ramah. Walau hanya sempat menetap selama kurang lebih 3 tahun, yaitu pada masa SMA, saya selalu merasa kota ini adalah rumah.

Terlebih karena sebagian besar keluarga dari Ibu menetap di Tasikmalaya, beberapa di daerah kota, dan sisanya di kabupaten. Suasana yang hangat, sangat “Sunda”, dan tempat dimana membungkukan badan ketika lewat di depan orang masih berlaku. Bila saya kebetulan berkunjung ke rumah orang tua, para tetangga dengan ramah bertanya “Iraha ti Bandung, A, Nuju pere?” (Kapan dari Bandung Mas, Lagi libur?) disertai dengan senyuman.

Minggu lalu, seperti pada bulan-bulan yang lalu, saya berkunjung ke Tasikmalaya, bila biasanya hanya ngendon di rumah saja, kali ini saya mengunjungi beberapa tempat yang dulu sering saya kunjungi di masa SMA.

Dadaha

dadaha

Ini adalah tempat Favorite saya, dulu ketika SMA hampir tiap hari mengunjungi tempat ini sekedar nongkrong atau latihan basket, Dadaha adalah kompleks olah raga yang dibangun ketika tahun 90-an ketika Tasikmalaya menjadi tuan rumah Porda. Mulai dari kolam renang, lapangan volley, lapangan basket, gelanggang serbaguna, GOR bulutangkis, lapangan sepakbola, Jogging Track, sampai Taman Manula pun ada. Sayang, hanya beberapa foto yang saya ambil, mungkin akan saya lengkapi lain waktu.

Masjid Agung

mesjid-agung2

Minggu sore, saya dan keluarga sholat bersama di Masjid ini, saya belum pernah mampir ke Masjid ini sejak SMA, dan kini telah mengalami pemugaran. Dulu, saya sering lewat masjid Agung Tasikmalaya ini, dan pernah hilang sandal bagus ketika sholat Dhuhur, padahal sudah di amankan, terpaksa pulang pakai sandal jepit he..he..he..

mesjid-agung3

Belanja

Tempat yang selalu ramai di Tasikmalaya adalah pusat perbelanjaan yang terletak 200 meter dari Mesjid Agung. Walau memang tak ada yang “istimewa”, promo discount 40% yang kebetulan sedang digelar, memaksa saya mengeluarkan uang untuk membeli sepasang celana dan baju. Sebagian besar jajanan disini memang sebagian besar meniru jajanan Bandung. Walau ada beberapa makanan khas tasik seperti Awug, dan Cimol, yang juga dikenal di Bandung.

Lain waktu, saya ingin berkunjung ke tempat wisata Gunung Galunggung, kebetulan Adik saya bertugas di daerah tersebut.