Kantor Pos Masa Kini

Sudah lumayan lama saya tidak singgah ke sebuah tempat ketika saya SMA cukup sering dikunjungi, Kantor Pos. Kini banyak layanan Kantor Pos sudah usang dimakan oleh lajunya teknologi informasi. Dulu, mengirim kabar lewat surat membutuhkan beberapa hari supaya sampai ke tangan penerima. Kini, dengan bantuan teknologi informasi mengirim surat atau kabar singkat cukup dalam waktu beberapa detik/menit saja.

2 Minggu lalu, istri minta saya mengantar ke Bank untuk melakukan pembayaran tagihan listrik. Biasanya pembayaran kami lakukan di bank terdekat, tapi kali ini istri minta di antar ke kantor pos saja. Saya hanya tersenyum simpul, tiba-tiba teringat sekitar 12 tahun lalu kantor pos pernah menjadi tempat primadona saya, hampir 2-3 kali seminggu pasti menyempatkan ke kantor pos.

Akhirnya kami pun tiba di kantor pos terdekat. Wah, benar-benar aneh rasanya… Kantor pos kini sangat sepi jika di bandingkan dengan 12 tahun lalu, walau kadang ramai kalau ada pembagian BLT.

PIC-0011#1

Dulu saya menggunakan jasa kantor pos untuk menerima kiriman uang dan mengirim tulisan, kartu pos, menabung, sampai berpuluh-puluh ucapan selamat yang sering saya kirimkan ke sahabat pena. Saat itu banyak sekali siswa berseragam putih abu keluar masuk kantor pos. Kini, tak satupun kelihatan :D. Wah benar-benar berubah.

Satu hal yang tidak pernah berubah: Pelayanan. Teller yang kebetulan melayani istri kerjanya seperti asal-asalan, tak ada sapa ramah seperti mengunjungi bank swasta. Apalagi sesaat setelah itu, ada suara ketus terdengar di samping istri (Teller yang melayani pengiriman surat) “Eeuuh Kurang atuh sakieu mah ! (kurang donk kalau segini)” begitu katanya…

He..he..he.. benar-benar tidak berubah, ya itung-itung mengenang masa lalu lah…